Sholat Sunat Gerhana Bulan Total 2018 di Masjid Raudhatul Jannah

Januari 31, 2018

Alhamdulillah hari ini Rabu 31 Januari 2018 ini adalah hari yang bersejarah (bukan karena sudah gajian loh ya).
Pasalnya hari ini peristiwa kejadian alam yang langka terjadi, yaitu terjadinya gerhana bulan yang tepatnya Gerhana Bulan Total atau yang dalam istilah ilmuwan atau astronomnya dikenal dengan istilah  Super Blue Blood Moon. 
Kenapa dikatakan langka?  ya eyalah karena ini terjadi setelah sekitar 150 tahun yang silam dan malam ini terjadi lagi. Jadi kalo menurut siklus kemungkinan besar insyaallah akan terjadi lagi kurang lebih 150 tahun yang akan datang. Yakin usia kita akan sampai ke seratus tahunan yang akan datang? Maka bersyukurlah kita hari ini tepatnya malam ini tadi sekitar jam 20.00 sampai dengan 21.00 wib kita dapat merasakan dan menyaksikan momen langka ini.

Sholat Gerhana Bulan Total 2018
Sumber foto : Google

Sebagai muslim kita harus meyakini bahwa segala sesuatu yang ada dan terjadi di bumi adalah dikendalikan oleh Allah SWT. Termasuklah peristiwa gerhana baik itu gerhana matahari maupun gerhana bulan.
Rasulullah memerintahkan ; ketika kalian melihat terjadinya gerhana, maka  yang dianjurkan oleh Rasulullah: laksanakanlah sholat, berdo'a lah kepada Allah SWT dan berzikirlah kepada Allah SWT.
Ulama mengatakan dikarenakan ketika terjadi gerhana pada masa Rasulullah, beliau melaksnakan  sholat sunat gerhana, maka hukum sholat sunat gerhana itu adalah Sunnah Muakkad. Artinya ibadah sunnah yang dianjurkan, sama  kesunahannya seperti sholat sunat Idul fitri dan Idul Adha. 

Kalau  sholat sunat Idul Fitri /Idul Adha bisa ada tiap tahun, tetapi  sholat sunat gerhana bulan total seperti malam ini, 150 tahun nanti baru terjadi lagi. Untuk itu momen langka ini mestinya kita manfaatkan sebaik-baiknya karena jarang terjadi, kita laksanakan apa yang disunnahkan Rasulullah SAW, yaitu sholat sunat gerhana bulan. Alhamdulillah di Masjid Raudhatul Jannah tempat saya tinggal, mengadakan sholat sunat gerhana bulan berjamaah, diimami oleh Pak Ustad Syahidin, Lc.MA.Hum. Diikuti oleh warga Perumahan Graha Asri, bapak-bapak, ibu-ibu, remaja sampai anak-anak pun ikut melakukan ibadah sunnah ini.

Bagaimana cara sholat sunat gerhana?
Ibadah sunnah ini jarang-jarang terjadi, sehingga kita terkadang lupa, bagaimana teknis pelaksanaannya. Sebenarnya pelaksanaan sholat gerhana bulan atau gerhana matahari, mirip dengan pelaksanaan sholat sunat Idul Fitri atau Idul Adha, dimana sholat dua rokaat dan kemudian khutbah. Bedanya tata cara pelaksanaan sholat gerhana  adalah jumlah rukuknya 4 kali dalam 2 rokaat.

Tata cara sholat gerhana :
  1. Niat , niatkan dalam hati : aku sholat sunat gerhana bulan/matahari (sesuaikan) ikut imam karena Allah ta'ala. Kalau mau dilafazkan:
    •  (gerhana bulan) : usholli sunnatal khusufi rokataini lillahi ta'ala 
    •  (gerhana matahari) : usholli sunnatal kusufi rokataini lillahi ta'ala
  2. Takbiratul ikhrom
  3. Imam membaca Al-Fatiha kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat-ayat yang agak panjang, rukuk, i'tidal dan kembali Imam membacakan Al-Fatiha dan dilanjutkan dengan ayat-ayat yang lebih pendek dari ayat-ayat awal tadi. Kemudian lakukan rukuk, i'tidal dan sujud seperti solat biasanya. ( selesai rokaat pertama )
  4. Setelah selesai rokaat pertama, berdiri lagi  untuk melanjutkan rokaat kedua, teknisnya sama seperti pelaksanaan rokaat pertama tadi. Akhiri dengan salam.
  5. Setelah selesai sholat dilanjutkan dengan khutbah.
Semoga apa yang kita lakukan mendapat keberkahan dari Allah SWT dan menjadi amal ibadah yang bernilai pahala yang bisa kita bawa menghadap Allah di akhirat nanti. Aamiin. 

You Might Also Like

6 komentar

  1. Iya betul gerhana bulan kemarin memang momen yang langka bisa dibayangkan terjadinya 150 tahun sekali, terimakasih bimbingan sholat gerhananya pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama buk,,karena jarang-jarang makanya saya pikir perlu untuk dituliskan,sebagai pengingat untuk diri saya dan syukur-syukur kalo bisa bermanfaat bagi orang lain

      Hapus
  2. Alhamdulillah. Kata suami saya tidak semua mesjid di Jakarta ada sholat gerhana. Mesjid tempatnya sholat isya nggak ada sholat gerhana. Padahal kalau di kampung kami, mesjid2 kecilpun ada.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya buk, saya merasa bersyukur walaupun masjid di komplek kami masjid kecil, diadakan sholat gerhana. Memang hukumnya sunat, dikerjakan berpahala, tapi kalo tidak dikerjakan rasanya rugi aja. Terima kasih sudah mampir ke rumah maya saya.
      Salam kenal

      Hapus
  3. Alhamdulillaah aku bisa ikutan sholat gehana bulan di masjid dekat rumah. Ahamdulillaah juga anakku yang bersekolah di MTs 4 yang ajakin aku dan adiknya, bahagia rasanya ya ada kesempatan seperti ini yang belum tentu terjadi lagi saat kita masih ada di dunia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah..semoga Allah memberikan pahala untuk semua ibadah kita..aamiin.

      Hapus

Terima kasih mau menuliskan komentar disini


Komunitas Blogger Bengkulu

Postingan Populer


Ikatan Majelis Tilawah Al-Qur'an Bengkulu