Perjalanan Perdana Ney Naik Pesawat

Maret 17, 2018

Rabu 07 Februari 2018 lalu, deal keluarga kecilku berangkat ke Palembang.
pengalaman bayi naik pesawat
Dokumen pribadi

Ngapain ke Palembang? (mulai kepo kan)
Ke Palembang dikarenakan ada undangan untuk mengikuti seminar Kick of Thamrin Group 2018. Mumpung ada momen berangkat ke Palembang, sekalian saya cuti, jadi saya ajak istri dan bayi kami Ney. Rencananya mau sekalian liburan di Kota Palembang dan sekalian mengenalkan Ney pada keluarga dan kampung Abahnya di Desa Muara Penimbung, Kec. Indralaya, Kab. Ogan Ilir.
Perjalanan Bengkulu-Palembang jika ditempuh dengan jalur darat  membutuhkan waktu kurang lebih 12 jam, saya membayangkan Ney pasti capek lama di perjalanan. Menurut infromasi yang pernah saya baca, bahwa batasan aman bayi naik pesawat adalah minimal usia 3 bulan, dan alhamdulillah Ney kami sudah berusia 3,5 bulan, makanya kami memutuskan untuk naik pesawat saja.

Sore itu, walaupun kami sudah sepakat dan semangat luar biasa mau berangkat, tapi jujur masih ada rasa cemas menyelimuti. Cemas kenapa? Karena ini adalah perjalanan pertama kami membawa Ney ke luar kota naik pesawat. Sebenarnya yang menjadi kecemasan saya adalah Ney, khawatir kalau-kalau di dalam pesawat nanti Ney rewel atau menangis, maklum saya belum banyak pengalaman dan belum lama menjadi seorang Abah, saya paling tidak betah dan iba kalo melihat anak menangis.

Barang-barang yang akan dibawa sudah disiapkan mama Ney, pakaian kami dalam 1 koper dan khusus pakaian Ney 1 koper lagi. Kemudian perlengkapan Ney untuk di perjalanan seperti ; baju dan celana ganti, diapers, selimut, minyak telon, tisu basah, dot, susu, termos air panas dan earmuff disiapkan di dalam tas jinjing saja agar bisa diletakkan di kabin pesawat atau di bawah kursi tempat duduk.
Terakhir saya cek kembali untuk memastikan agar KTP dan tiket tidak tertinggal. Karena kami beli tiketnya via online, jadi tiketnya cukup dengan menunjukkan kode booking atau e-tiket dari handphone. Oh iya tiketnya memang sudah kami beli jauh hari dari salah satu situs online. Dan bersyukur kami masih dapat tiket dengan harga yang masih terjangkau, dan alhamdulillah  Ney  cuma dikenakan biaya sebesar Rp.38.000,- karena usianya di bawah 2 tahun.

Setelah semua siap...segera kami ke Bandara Fatmawati diantar oleh ayuk Wulan (tetangga sebelah rumah) yang kerja di bandara jadi bisa ikut masuk mengantar sampai di ruang tunggu.

Pada saat chek in, petugasnya meminta saya untuk menanda tangani surat pernyataan, sehubungan dengan membawa bayi. Saat itu saya tidak begitu sempat untuk memperhatikan secara detail isi pernyataannya. Kira-kira isinya membebaskan maskapai dari pertanggungjawaban jika terjadi apa-apa dengan bayi selama penerbangan. Setelah chek in kami langsung menunggu di ruang tunggu, tak lama kemudian pesawat WINGS AIR mendarat, dan ternyata peawat inilah yang bakal kami tumpangi. Setelah pesawat siap, gate 1 dibuka dan para penumpang dipersilahkan menuju pesawat,

Saat menuju pesawat, Ney mulai agak gelisah karena suara peswat yang cukup bising, untung saja setelah dipasangkan penutup telinga (earmuff), untuk mengurangi kebisingan barulah dia agak tenang. Sebelum masuk ke dalam pesawat, saya sempatkan untuk selfi,,hehe


Bismillahirrohmanirrohim,,kami naik ke pesawat, dalam hati berdoa semoga  perjalanan aman lancar, dan berharap semoga Ney tidak rewel. Sengaja kami naik terakhir menghidari dari berdesak-desakan. Pintu masuk di belakang dan posisi tempat duduk di depan, seat 2A dan 2C, jadilah kami jalan menyusuri hampir sepanjang body pesawat.
Sesampai di tempat duduk, segera mamanya memposisikan Ney senyaman mungkin. Sebelum pesawat lepas landas, mamanya menyusui agar Ney bisa tenang. Alhamdulillah Ney mau menyusu dan saat pesawat lepas landas Ney sudah tertidur. Sesekali saya membetulkan earmuff nya yang kayaknya gak terlalu menutup rapat, maklumlah kondisinya tidak semuanya pas dengan kondisi kepala bayi. Sampai di ketinggian tertentu kami merasakan ada tekanan di telinga, pasti begitu juga dengan apa yang dialami bayi, melihat earmuff yang kurang begitu pas, kami mengambil alternatif untuk menambah menutup telinga Ney dengan selimut yang agak tebal. Ditengah perjalanan, Ney terbangun dan mulai agak panik  mungkin merasa terkekang karena dari tadi di dalam gendongan mamanya. Akhirnya kami bergantian, giliran saya yang menggendongnya, dan alhamdulillah Ney bisa tenang kembali. 


Ketika mendekati bandara tujuan, Ney kembali digendong mamanya dan disusui agar pada saat landing nanti dia dalam keadaan tenang. Sepertinya Ney merasa nyaman dalam gendongan dan pelukan mamanya, walaupun dalam pesawat , sehingga pada saat landing Ney dalam keadaan tertidur dengan pulas.
Dan setelah menempuh perjalanan selama hampir kurang lebih 1 jam 10 menit, akhirnya kekhawatiran dan keresahan lenyaplah sudah dan berganti dengan rasa bahagia setelah  pesawat sudah bisa mendarat sempurna di Bandar Udara Sultan Mahmud Badarudin II Palembang.
Perjalanan membawa bayi di pesawat akhirnya bisa kami lalui dengan aman nyaman lancar tanpa hambatan, tidak seperti yang kami khawatirkan. Insya Allah kalau ada rezeki kita jalan-jalan lagi ya Ney...aamiin.
welcome palembang
Ney tiba di Bandara SMB, nunggu dijemput Mbak Rara


Berikut ini ada beberapa ketentuan yang penting untuk diperhatikan dalam pesawat, berdasarkan aturan keamanan di pesawat Wings Air  :
1. Ponsel
Semua ponsel dan peralatan elektronik yang menggunakan pemancaran radio tidak diperbolehkan selama berada  di dalam pesawat, hal ini sangat mengganggu sistem navigasi dan komunikasi dengan menara pengawas setempat.

2. Peralatan Elektronik.
Untuk penggunaan laptop dan PDA boleh dipergunakan setelah fasten seatbelt "OFF" dengan menggunakan flight mode. Setelah fasten seatbelt "ON" untuk persiapan mendarat, maka penumpang harus mematikan laptop dan PDA tersebut.

3.Barang berbahaya Lainnya.
Barang-barang yang mudah terbakar (seperti korek api), meledak (petasan), material yang mengandung magnet, baterai, tabung gas, tidak diperbolehkan untuk dibawa.

4. Merokok
Peraturan pemerintah melarang kegiatan merokok selama dalam penerbangan. Terdapat detektor asap di semua toilet dan akan dikenai sanksi bagi yang melanggar peraturan.

5. Perjalanan dengan Anak_anak
Wings air tidak menyediakan makanan bayi untuk rute domistik dan popok tidak disediakan di pesawat. Wings air hanya menyediakan air panas untuk susu bayi.

6. Bagasi
Barang atau benda tajam harus dipak dalam bagasi dan tidak diperkenankan untuk dibawa ke dalam bagasi kabin. Bawalah benda berharga dalam tas yang Anda bawa sendiri.
Perhatikan berat bagasi Anda: Bagasi untuk Rute Domestik, Kelas ekonomi : 10 kg

7. Utamakan Keselamatan
  • Sabuk pengaman harus selalu terpasang sewaktu take-off dan landing. Dianjurkan untuk selalu memasang seat belt selama penerbangan.
  • Barang bawaan harus diletakkan di atas kepala atau di bawah kursi di depan Anda.
  • Silakan membaca kartu instruksi keselamatan yang terdapat di dalam kantung kursi. Di kartu tersebut Anda bisa mengetahui pintu darurat dan letak jaket pelampung.
  • Perhatikan baik-baik demo keselamatan dan instruksi yang diberikan oleh cabin crew.

 Semoga bermanfaat.

You Might Also Like

22 komentar

  1. Boleh nih tips nya jika saya punya anak nanti .. :k

    BalasHapus
    Balasan
    1. Intinya bayi-nya dibuat tenang, semoga segera menikah jika masih lajang. Segera dikaruniakan anak jika sudah menikah,,aamiin.

      Hapus
  2. Baby Ney lucu banget.. Untung Ney sudah diatas 3 bulan ya jadi boleh naik pesawat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak, untungnya lagi Ney belum kena tarif full,,hehehe

      Hapus
  3. Lubu banget debay nya pakai earphone, serasa mau cubit pipi nya. haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nte, earmuff nya kegedean,,cubitnya jangan sakit ya.

      Hapus
  4. pipinya Ney cubitable hihihi...anak anakku belum pernah naik pesawat, tapi sepertinya kalau bayi asalkan merasa nyaman tidak akan rewel ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak diusahakan bayinya senyaman mungkin, syukur kalo dia bisa tidur jadi agak tenang.

      Hapus
  5. Wah.. asyik baby Ney ikut Abah sama Mama liburan ke Palembang ketemu keluarga di sana
    Sehat terus ya anak sholehah ^^

    BalasHapus
  6. Pasti deg degan ya bawa bayi pertama kali naik pesawat. Saya sampai sekarang belum berani. Males juga sih mikirin printilan yang harus dibawa, buanyaak bgt kan printilan anak kalau pergi pergi :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, ada rasa cemas, karena penting ya mau gak mau. Semoga nanti mbak berani.

      Hapus
  7. Salah fokus sama pipinya dedek bayi. Towel-able sekaliii :D

    BalasHapus
  8. Ney keren amat, masih bayi dah ke mana-mana euy

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih kak,,kalo dah besar nanti Ney mau belajar sama kak Anin keliling dunia.

      Hapus
  9. Ney, pipinya itu loh. Boleh dicubitin ga nih kak Ney-nya? Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan dicubit dong kak,gendong aja,,hehe

      Hapus
  10. Alhamdulillah kalo perjalanan ney lancar ya
    Asyik donk jalan2 ya ney
    Ghazy jadi pengen juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah mbak.
      Oh iya Ghazy sama Ney udah pernah ketemuan kan ya di SM Hibrida, hehe

      Hapus
  11. Asyiknya Ney jalan jalan sama ayah bunda. Deg degan ya mas bawa anak pertama kali naik pesawat... Kalo saya kuatir anaknya minta turun ���� nangis nangis

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak deg-degan banget, yang paling saya takut bukan ney minta turun, tapi takut gak mau turun,,mau di pesawat terus,,hehehe

      Hapus

Terima kasih mau menuliskan komentar disini


Komunitas Blogger Bengkulu

Postingan Populer


Ikatan Majelis Tilawah Al-Qur'an Bengkulu